Jaga terus niatnya!
Jaga Terus Niatya.
Itulah sekiranya judul yang tepat untuk sebuah tulisan kosong ini. Tulisan yang sedikit ribet bagai hujan segan, mendung berkelabu dan....Yasudahlah lupankan :)
Dia berjalan diatas kerumunan orang yang tidak terlalu begitu mengenalnya.
Inginku tuliskan namamu diatas gedung tinggi itu sayangnya ia pun belum mampu berdiri. Karna ia tidak bisa bangkit dengan sendirinya kecuali tanpa campur tangan mereka-mereka yang ahli. Dulu mungkin kamu pernah berpikir kalau diri ini adalah orang yang sangat beruntung. Namun kamu tidak pernah tahu bahwa aku pun cemburu dan salut terhadapmu.
Dulu dia pernah menarikku namun ego terlalu angkuh dan sering tidak menghiaukanmu. Yaa benar dia memang menjengkelkan dan menyebalkan.. tapi dia terlalu sabar. Dia datang mengadu curahkan segala keluh kesah tentang pandangan sinis orang terhadapnya kepada ku. Dan menurutku pada saat itu hanya aku orang satu-satunya yang dapat dia percayai.
aKu katakan kepadamu seseorang yang hebat lebih sering mengkonsumsi yang pahit dan kelat bukannya coklat ataupun juss pokat. Hingga kamu berkata bahwa aku terlalu berlebihan dalam berkata. Dan pada akhirnya kamu tertawa dan aku sungguh bahagia. Sebab membuat orang bahagia adalah salah satu nikmat yang tidak terkira..
Kala itu diri ini terlalu sibuk untuk selalu didekatmu sebab aku sendiri memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang susah untuk ku jelaskan padamu. Cukuplah masalahku menjadi urusanku begitu dalam benakku.
"Setiap orang memang hakikatnya adalah hafizh (penjaga). Maka jaga terus niatnya suatu hari berilah waktu khusus untuknya secara khusus. Dan tidak ada salahnya mulai merutinkan saat ini. Mintalah pada Allh agar selalu menjaga i'tikad baik tersebut dan mengizinkan kita untuk mnjadi salah satu keluargaNya" katanya.
Setidaknya ini menjadi salah satu dorongan buatku dan untukmu. Ketika pintu yang satu tertutup maka ketahuilah masih banyak pintu lain yang terbuka. Ketika kata tidak bisa dirangkai menjadi seindah doa . Maka jangan jadikan ia sebuah cela untuk mencerca.
Bisa jadi disaat engakau lebih awal megangkat takbir namun orang lain yang lebih dulu mengucap salam. Bisa jadi tiap apa-apa yang engkau lihat. Berbalik belakang dengan kenyataan. Ini bukan berbicara tentang dunia dan keramain kota, tetapi ini menyangkun kesendirian kita hanya Dia Yang Maha Tahu lebih dekat dengan kita. Bukan berbicara tentang kekurangan dia. Tetapi tanya sejauh mana kita dianggap?. Sejauh mana kita dibutuhkan? sekuat apa kita dalam sebuah keteguhan!.
Jika seorang teman diantara kalian disukai oleh banyak orang sebab ia mampu membuat orang tertawa dan terhibur sehingga iya di kenal dengan "ngga ada loe ngga rame".
Namun sebenarnya ia lebih sering menagis karena tidak sedikit orang pula membencinya, sering kali setiap kata yang keluar bersitegang dan menimbulkan ketersinggungan bagi pendengarnya.
Itulah sebabnya banyak membaca & menulis akan membuka dunia dan seisinya
Banyak tertawa akan mengeraskan hati dan membuat luka
Banyak tidur dan makan menjadikan kita malas dan berakhir pada sengsara.
Banyak bicara tidak ada makna hanya sebatas sia-sia
Maka pilih yang mana untuk mengantisipasi kosongnya hati??
Komentar
Posting Komentar