Berwarna, tetapi gelap fana.
Berkali-kali langkah jatuh tanpa tapi bukan sandal mengayuh yang lusuh Biarpun dentingan jam tidak membisikkan sandi Menyahuti drama berganti tanpa henti Peduli bangsa dan Zuhud sebagai panorama Nyaris sempurna di tambah derma yang mempesona Glamor tumpah penuh warna Sekeping hati gelap Pana menghujam dalam diri. Proyeksi rasa meraja menyelimuti hamparan nisbi Menderu untuk sebuah tuju yang sama sekali tidak laik Disaat yang bersamaan waktu pun tak lagi menyapa. Tertinggalah yang tertinggal dalam Selasar. Setulus apa Fuad, Tanpa bias kilau sukma membenteng Cukupkan langkah sisakan terang, untuk patri diujung pinta Biar karsa Tuhan yang menyurati. Minggu 27 SEP 2020 1.47 wib