Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Berwarna, tetapi gelap fana.

 Berkali-kali langkah jatuh tanpa tapi bukan sandal mengayuh yang lusuh Biarpun dentingan jam tidak membisikkan sandi Menyahuti drama berganti tanpa henti Peduli bangsa dan Zuhud sebagai panorama Nyaris sempurna di tambah derma yang mempesona Glamor tumpah penuh warna Sekeping hati gelap Pana menghujam dalam diri. Proyeksi rasa meraja menyelimuti hamparan nisbi Menderu untuk sebuah tuju yang sama sekali tidak laik Disaat yang bersamaan waktu pun tak lagi menyapa. Tertinggalah yang tertinggal dalam Selasar. Setulus apa Fuad, Tanpa bias kilau sukma membenteng Cukupkan langkah sisakan terang, untuk patri diujung pinta Biar karsa Tuhan yang menyurati. Minggu 27 SEP 2020 1.47  wib

1. RASAKU TANPA UMBAR wi²k ⁴®ti{⁴ *

  Bersama hujan kutitipkan salam Sebagai pengobat rindu mendalam Datagnya malam, menghantar dingin Bisikkan namamu dikeheningan. Percayalah, dimana rasaku selalu ada untuk mu Ku tak bisa meragumu , maka jangan ragukan aku Karna cintaku bukan semu Aku sanggup menunggu dan menentang pilu untukmu Meski yang lain mngusikku Maka kegoyahan tidak berani menghampiri Kutanam cinta dengan kesetiaan Kusiram dng ketulusan Karnaku tak mengharap kecuali padaNya Kurawat dengan kejujuran, Hingga penyesalan enggan untuk bertamu Aku disini karenamu Hingga sendu datang kala hati perpaling. Santu, 16 april 2017 23:00 No!!! BAPER²an ya kak hihihi.. Hilma Shehombink

Dia yang tahu

  Ia lebih tahu mana yang  lama dan mana yang  baru... Ia lebih tahu mana yang lebih tulus ataupun palsu... Ia juga lebih tahu antara yakin dan ragu... Dimana kamu lebih paham dan saya sekedar tahu... Bersamaan dengan semua itu... Cukup dia yang akan menjawab pertanyaanku... Disaat hati harus siap dan tindak mengadu... Dikala ia datang bersama waktu... Baik riang, tawa, malu bahkan sendu... Percayalah!!! Iya tidak pernah memberimu harapan palsu... Namun hanya soal waktu... Tatkala kamu memang harus sabar menunggu... Sebab iya lebih tahu mana yang terbaik untukmu. #selamat_memilih_pemimpin_yangBARU

Jaga terus niatnya!

 Jaga Terus Niatya. Itulah sekiranya judul yang tepat untuk sebuah tulisan kosong ini. Tulisan yang sedikit ribet bagai hujan segan, mendung berkelabu dan....Yasudahlah lupankan :) Dia berjalan diatas kerumunan orang yang tidak terlalu begitu mengenalnya. Inginku tuliskan namamu diatas gedung tinggi itu sayangnya ia pun belum mampu berdiri. Karna ia tidak bisa bangkit dengan sendirinya kecuali tanpa campur tangan mereka-mereka yang ahli. Dulu mungkin kamu pernah berpikir kalau diri ini adalah orang yang sangat beruntung. Namun kamu tidak pernah tahu bahwa aku pun cemburu dan salut terhadapmu. Dulu dia pernah menarikku namun ego terlalu angkuh dan sering tidak menghiaukanmu. Yaa benar dia memang menjengkelkan dan menyebalkan.. tapi dia terlalu sabar. Dia datang mengadu curahkan segala keluh kesah tentang  pandangan sinis orang terhadapnya kepada ku.  Dan menurutku pada saat itu hanya aku orang satu-satunya yang dapat  dia percayai.  aKu katakan kepadamu seseorang...

Surat untuk Sahabatku

  Assalamualaikum..Dear.. Buat kakakku tersayang dan juga sahabatku tercinta INA.. Maafkan aku sekiranya sekarang, tadi ataupun nanti mengecewakanmu yang membuatmu berpikir bahwa engkau tidak berarti bagiku. sehingga terbesit dibenakmu untuk meninggalkan ku 😞. sungguh!! Itu adalah sebuah kesalahan yang tidak pernah kunanti dan aku harap. Aku  cukup tahu bahwa kita memiliki hati yang sama-sama teramat rapuh dan peka dikala perasaan kita terabaikan oleh keegoisan dan nafsu. Mungkin ini adalah cara Allah mempersatukan kita untuk saling menguatkan dan merangkul satu sama lain agar kita saling menguatkan dalam cinta, kasih dan agama.  jangan tinggalkan aku, jujur ku katakan aku tidak akan sanggup berdiri sendiri meski sudah begitu keras aku mencobanya, namun aku tidak bisa tanpa adanya kehadiran seorang sahabat yang begitu berarti. Pada akhirnya akupun tidak mampu. Satu hal yang harus engkau tahu membuatmu menangis adalah kesalahan terbesarku karena telah menyia-nyiakan ...

Prediksi tanpa cinta

  Belum sempat menyelesaikan laporan Kuliah Kerja Lapangan. Tapi Alhamdulillah tulisan ini sudah selesai. Silakan dibaca kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat saya harapkan☺ KAIFA TARDHO ANTUA'AMILA KHADJA? Mengapa tega berbuat seperti ini? Seorang anak yang sudah memasuki usia 18 tahun biasanya membuat kecemasan tersendiri  bagi orang tuanya. Terutama ibu, dan terkadang sebagian orang tua mulai melontarkan pertanyaan seperti kapan kamu punya pacar?..  teman kamu sipulanah punya pacar yang tampan kaya lagi.. kamu kapan?, Hal ini sudah biasa kita dengar dalam kehidupan bermasyarakat, semata-mata yang ia lakukan hanyalah ingin memberikan kebahagian kepada anaknya. Maka, tidak jarang hal ini sering kita temui.  tujuannya yang benar, namun caranya yang tidak tepat, menimbulkan persepsi yang berbeda bagi anaknya sehingga menganggap harta adalah segalanya. Namun  pemikiran seperti ini haruslah diubah, siapa yang mengubahnya? Jawabanya “ kita” bukan mas...

Lepas!

 Untuk sebuah rasa yang tak kunjung sampai pada pelabuhan.  Untuk sebuah harapan yang tak kunjung jumpa pada kepastian.  Wahaii rasa ingat! Dermaga itu milikNya  Batu karang, pasih putih, dan ombak serangkai pernak-perniknya.  Mana kala pandangan menyingkap tabir yang bersahut Sementara diam tiada memberi jawaban maupun penjelasan.  Lepas genggaman dari kayuh sampan yang melekat.  Walau tawamu seiring dengannya dalam satu dekap terlaknat.  Bait-bait sajak indah beribu makna Membawa pikir dan hayal tak karuan Sementara dibawah langit masih terdengar gemercik air yang mengingatkan tasbih pujian.  Jangan lupa pada daratan meski laut tak bertepi.  Jangan terkubur dalam penantian walau tak ada larangan untuk bermimpi.

Mimbar milik siapa?

  Sepertinya kita sedang di uji dengan era dimana kebaikan harus diumbar, Disetiap pojok jalan penuh gambar, Bendera warna warni banyak berkibar, Terlebih ketika kejujuran terasa hambar, Pereburatan bangku pertama kian masuk surat kabar, Berkoar-koar diatas mimbar, Ditambah dangdut membuat gempar, Yang terabaikan bertahanlah untuk sabar, Asal kubu masing-masing semakin mekar. Apapun itu namanya pada dasarnya semua ingin dihargai, Tidak saling menyakiti apalagi saling memaki, Mereka tidak butuh iming -iming ataupun janji, Setidaknya usai hujan akan datang pelangi, Sebagai penghibur mimpi yang telah dibasahi, Oleh banyak harapan yang terjengkali, Artinya yang mampu memberi setulus hati itu lebih berarti, Subulussalam tanahnya yang terjamah subur, Masyarakatnya Hanya ingin hidup makmur, Dibawah kepemimpinan yang mengajak pada syukur, Yang tidak ingkar dan jauh dari kata kufur, Agar kita sama-sama tidak tersungkur, Sehingga kita bisa terus maju bukan mundur. Warun...

Khianat

 Masih bertahan karena masih ada yang membutuhkan Akan lepas saat pahat tidak lagi kuat Karena sebilah rindu tidak bisa ditawar  Terukir dikening karena berkhianat. Mengulur bukan berarti menarik Memberi bukan berarti meminta Melainkan menyebar solidaritas Cukup Allah yang Maha Tahu segalanya Meski berabad lamanya untuk sebuah alasan benturan dan hambatan akan terus menghampiri Bagi mereka yang paham hitam putih kehidupan.

Jatuh. Bangkit lagi!!

 jatuh! BANGKIT LAGI!!! Karya:wiwik artika bintang Manakala kita jatuh di gelombang kegagalan Dimana pintu harapan mulai tertutup Ketika dinding-dinding itu tidak lagi kokoh Retak, usang dan mulai lusuh mengeropos Namun semua ini tidak akan terjadi selama hati masih terpaud oleh nada-nada Yang tiada bertepi dan meragukan hati Pengobat sesak dan desah mendera Jangan biarkan tubuh terkubur dalam pasrah Diapit pikiran terjepit serba sempit Yang melilit bersama keluh Bukan angan yang sirna... Tapi harapan yang diabaikan Jikala darah merah, tulang putih Maka kegagalan hanya mimpi semalam  sebab keberaniaan seiring deng kebesaran jiwa Buka!! mata, telinga dan hati Krikil-krikil kecilpun mengajarkan beribu makna. Sabtu,16 April 2017 23:00

Refleksi Cinta

  Henngg.... Henngg... Henngg ponsel yang diletak diatas meja jam 14.30  saat rapat bergetar. Getarannya membuat para tangan yang berpangku dimeja sontak tersetrum ringan. Tanpa berpikir hani tolak sebuah panggilan masuk dari kakaknya,  tidak mempertimbangkan apakah itu hal sangat penting atau tidak. Berkali-kali panggilan yang masuk ia lewatkan layaknya angin. Mata dan dan telinganya seolah jatuh pada arahan calon pemateri, iya terkagum-kagum sampai lupa dengan janji yang telah ia ikrarkan pagi tadi, seolah tidak mau melewatkan sedetikpun. Waktu  terus berjalan, dari detik kemenit dan Menik ke jam, tidak terasa tepat jam 17.30 ia tersadar. "Ya Allah, astagfirullah aku lupa" gumamnya dalam hati seraya menepuk jidan dan mengejutkan jidat. "Apa yang harus ku lakukan"??. "Ingat juga kamu jalan pulang? Jam berapa ini? Kamu bilang hanya rapat sebentar aku tidak mengira ternyata sebentarmu itu  seperti ini, tau begini aku batalkan saja pemesanan biar ngga buat pel...