Mimbar milik siapa?

 

Sepertinya kita sedang di uji dengan era dimana kebaikan harus diumbar,
Disetiap pojok jalan penuh gambar,
Bendera warna warni banyak berkibar,
Terlebih ketika kejujuran terasa hambar,
Pereburatan bangku pertama kian masuk surat kabar,
Berkoar-koar diatas mimbar,
Ditambah dangdut membuat gempar,
Yang terabaikan bertahanlah untuk sabar,
Asal kubu masing-masing semakin mekar.

Apapun itu namanya pada dasarnya semua ingin dihargai,
Tidak saling menyakiti apalagi saling memaki,
Mereka tidak butuh iming -iming ataupun janji,
Setidaknya usai hujan akan datang pelangi,
Sebagai penghibur mimpi yang telah dibasahi,
Oleh banyak harapan yang terjengkali,
Artinya yang mampu memberi setulus hati itu lebih berarti,

Subulussalam tanahnya yang terjamah subur,
Masyarakatnya Hanya ingin hidup makmur,
Dibawah kepemimpinan yang mengajak pada syukur,
Yang tidak ingkar dan jauh dari kata kufur,
Agar kita sama-sama tidak tersungkur,
Sehingga kita bisa terus maju bukan mundur.

Warung kopi jadi tempat tongkrongan politik,
Dari anak-anak sampai usia senja berbisik,
Para pencari keuntungan bermain taktik menggelitik,
Disaat hak-hakmu tidak ingin terusik,
Sementara banyak yang merasa panik,
Dan ketika pemimpin yang terpilih membuat kita tercekik,
Masihkah untuk berpolitik kita tidak tertarik?
Kita tidak perlu berlaga cerdik serta teriak berisik,
Cukup menjadi seorang pemilih yang baik nan cantik.

Ada yang manis tapi ganas
Ada yang ganas tapi waras
Ada yang baik tapi bermain panas
Ada yang lembut tapi membuat was-was.
Ada ada yang pintar tapi malas
Ada yang menderma namun enggan tegas
Ada yang bijak tapi tidak berparas
Dan ada pula tong kosong berisi gas 😁

Masyarakat subulusaslam cukup pintar dan bijaksana,
Menentukan pihihan untuk kemaslahatan bersama,
Kita harus tetap berkaca, apa yang tampak terkadang tidak nyata,
Apa yang tersohor terkadang hanya sebatas maya,
Setiap kita ada hak dan suara,
Yang harus ditempatkan pada porsinya,
Siapapun pilihannya kita tetap saudara,
Tidak akan ada luka yang mendera,
Apa lagi dendam yang tersisa,
Mari sama-sama kita sukseskan pilkada,
Untuk subulussalam yang "Sada Kata".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dunia