Surat untuk Sahabatku
Assalamualaikum..Dear.. Buat kakakku tersayang dan juga sahabatku tercinta INA..
Maafkan aku sekiranya sekarang, tadi ataupun nanti mengecewakanmu yang membuatmu berpikir bahwa engkau tidak berarti bagiku. sehingga terbesit dibenakmu untuk meninggalkan ku 😞.
sungguh!! Itu adalah sebuah kesalahan yang tidak pernah kunanti dan aku harap. Aku cukup tahu bahwa kita memiliki hati yang sama-sama teramat rapuh dan peka dikala perasaan kita terabaikan oleh keegoisan dan nafsu.
Mungkin ini adalah cara Allah mempersatukan kita untuk saling menguatkan dan merangkul satu sama lain agar kita saling menguatkan dalam cinta, kasih dan agama. jangan tinggalkan aku, jujur ku katakan aku tidak akan sanggup berdiri sendiri meski sudah begitu keras aku mencobanya, namun aku tidak bisa tanpa adanya kehadiran seorang sahabat yang begitu berarti.
Pada akhirnya akupun tidak mampu.
Satu hal yang harus engkau tahu membuatmu menangis adalah kesalahan terbesarku karena telah menyia-nyiakan sahabat sebaikmu.
Walau ku tahu perbedaan usia diantara kita, perbedaan pandangan dan kematangan berpikir diantara kita tidak laa mudah, yang membuatku kekanak-kanakan dalam bertingkah dan kurangnya respekku terhadapmu.
Sehingga menjadi sebuah celah yang menciptakan jarak diantara kita. Namun dari sisi ini pulahlah kita lebih banyak memahami dan mempelajari hikmah kekurangan dan kelebihan untuk disempurnakan dalam satu tindakan secara bersama 😌.
Aku hanya minta nasehati aku disaat lalai, jangan bosan untuk mengajariku tentang kebaikan.
Dan aku tidak sebaik yang engkau nilai, aku tidak seindah yang engkau bayangkan dan aku tak sehebat yang engkau pikirkan. Disetiap sisiku ada begitu banyak rongga-rongga kekuranganku.
Tolong maafkan aku. Sebab untuk bicara langsung aku tidak memiliki cukup keberanian.
Engkau sungguh sangat berarti bagiku, engkau lebih berarti dari dia yang baru mulai menarik perhatianku.
Jikapun aku harus memilih antara dia dan kamu maka percayalah rasaku lebih besar dan dalam terhadapmu karena kamu begitu istimewa. kuharap engkau selalu ada sebagai tempatku bersandar dan tempatku belajar.
Aku memang tidak menangis dihadapanmu, bukan berarti hatiku begitu keras dan tidak peka, tapi aku berusaha tetap tenang walau di dada bergejolak rasa sedih, sesal yang semeraut.
Tolong maafkan adekmu ini kak. Ini adalah ungkapan yang keluar dari hatiku, yang hanya mampu kusampaikan lewat tulisan buruk ini. Lufff uu 😘 don't dibalas malu adek. ☺ terimakasih
Assalamualaikum
Komentar
Posting Komentar